Artikel

Perbandingan baja profil WF Wide Flange dan H-Beam — perbedaan baja WF vs H-beam

Perbedaan Baja WF vs H-Beam: Fungsi & Ukuran Standar SNI

Pahami perbedaan baja WF vs H-Beam: proporsi penampang, fungsi struktural, tabel ukuran standar SNI, dan panduan memilih yang tepat untuk proyek Anda.


Di lapangan, istilah “WF” dan “H-Beam” sering digunakan secara bergantian. Padahal keduanya memiliki proporsi penampang yang berbeda — dan perbedaan itu menentukan fungsi strukturalnya.

Artikel ini menjelaskan perbedaan keduanya secara teknis, dilengkapi tabel ukuran standar dan panduan memilih yang tepat untuk proyek Anda.

WF dan H-Beam, Sama atau Beda?

Bayangkan Anda sedang memilih material baja untuk proyek penting. Di atas kertas mungkin terlihat sederhana, namun saat dihadapkan pada istilah seperti WF dan H-Beam, kebingungan sering kali muncul. Apakah keduanya benar-benar sama, atau justru ada perbedaan penting yang dapat memengaruhi kekuatan dan efisiensi bangunan?

Agar tidak salah pilih, penting untuk memahami perbedaan proporsi keduanya secara teknis :

  • WF (Wide Flange) → tinggi profil lebih besar dari lebarnya. Contoh: WF 200×100 (tinggi 200 mm, lebar 100 mm)
  • H-Beam → tinggi dan lebar hampir sama (rasio 1:1). Contoh: H-Beam 150×150 mm, 200×200 mm

Perbedaan proporsi inilah yang menentukan di mana masing-masing paling efisien digunakan.

Perbedaan Baja WF vs H-Beam: Tabel Perbandingan

Aspek Baja WF (Wide Flange) H-Beam
Proporsi penampang Tinggi > lebar (tidak simetris) Tinggi ≈ lebar (simetris)
Contoh ukuran WF 200×100, WF 300×150, WF 400×200 H 100×100, H 150×150, H 200×200
Fungsi utama Balok horizontal — menahan lentur Kolom vertikal — menahan tekan
Momen inersia Tinggi pada sumbu kuat Seimbang pada dua sumbu
Rentang ukuran WF 150×75 hingga WF 600×200 H 100×100 hingga H 350×350
Panjang standar 12 meter 12 meter
Standar acuan Indonesia SNI 07-7178-2006, JIS G 3192 JIS G 3192 (disebut profil H di JIS)
Harga relatif Lebih terjangkau untuk bentang panjang Lebih berat per ukuran setara

Cara Membaca Notasi Ukuran WF dan H-Beam

Notasi standar WF ditulis dalam format: WF Tinggi × Lebar × Tebal Web × Tebal Flange (mm)

Contoh: WF 200×100×5,5×8 berarti tinggi 200 mm, lebar flange 100 mm, tebal web 5,5 mm, tebal flange 8 mm.

Untuk H-Beam, notasinya serupa: H Tinggi × Lebar × Tebal Web × Tebal Flange (mm)

Contoh: H 200×200×8×12 → tinggi 200 mm, lebar 200 mm, web 8 mm, flange 12 mm.

Butuh panduan langsung untuk menentukan spek WF dan H-Beam untuk proyek anda? Hubungi kami disini

Tabel Ukuran Standar Baja WF (Paling Umum di Indonesia)

Di Indonesia, umumnya WF tersedia mulai dari WF 150×75 hingga WF 600×200.

Ukuran WF (mm) Berat per Batang 12m
150 × 75 × 5 × 7 ± 168 kg
200 × 100 × 5,5 × 8 ± 251 kg
250 × 125 × 6 × 9 ± 348 kg
300 × 150 × 6,5 × 9 ± 440 kg
350 × 175 × 7 × 11 ± 593 kg
400 × 200 × 8 × 13 ± 785 kg
500 × 200 × 10 × 16 ± 1.057 kg

Tabel Ukuran Standar H-Beam (Paling Umum di Indonesia)

Profil H-Beam tersedia dari ukuran 100 mm hingga 350 mm di pasar Indonesia.

Ukuran H-Beam (mm) Berat per Batang 12m
100 × 100 × 6 × 8 ± 203 kg
125 × 125 × 6,5 × 9 ± 283 kg
150 × 150 × 7 × 10 ± 373 kg
200 × 200 × 8 × 12 ± 599 kg
250 × 250 × 9 × 14 ± 862 kg
300 × 300 × 10 × 15 ± 1.116 kg
350 × 350 × 12 × 19 ± 1.620 kg

WF dan H-Beam hanya tersedia dalam panjang standar 12 meter — namun untuk menyesuaikan kebutuhan proyek Anda, kami juga dapat membantu melakukan pemotongan sesuai ukuran yang diinginkan dengan tambahan biaya jasa potong.

Aplikasi WF dan H-Beam untuk Proyek

Kapan Pakai WF, Kapan Pakai H-Beam?

Gunakan Baja WF untuk:

  • Balok lantai dan balok transfer pada gedung bertingkat
  • Rangka jembatan dan bentang panjang, WF memiliki rasio tinggi-lebar lebih besar sehingga lebih efisien menahan momen lentur, dan tersedia hingga ukuran 700–900 mm untuk bentang sangat panjang
  • Rangka gedung industri dan gudang sebagai balok utama penahan beban atap
  • Elemen baja yang membutuhkan efisiensi berat untuk beban lentur horizontal

Gunakan H-Beam untuk:

  • Kolom struktural gedung bertingkat — proporsi simetris ideal untuk menahan beban tekan vertikal dari segala arah
  • Tiang pancang (soldier pile) pada proyek galian dalam dan dinding penahan tanah
  • Kolom pabrik dan gudang industri berat
  • Aplikasi yang membutuhkan kekakuan lateral tinggi di dua arah sekaligus

FAQ

Apakah H-Beam dan WF bisa saling menggantikan? Tidak bisa langsung dipertukarkan tanpa perhitungan ulang. Meski dimensi ada yang mirip, kapasitas momen inersia dan kekakuan lateral keduanya berbeda. Penggantian harus melalui verifikasi engineer struktur.

Mengapa di toko WF sering disebut H-Beam? Ini warisan praktik lapangan yang sudah lama berlangsung. Referensi asal SNI adalah standar JIS Jepang yang menggunakan istilah “H” untuk profil WF — sehingga di lapangan kedua nama dipakai bergantian. Untuk spesifikasi proyek resmi, selalu gunakan notasi SNI atau JIS.

Ukuran WF apa yang paling umum untuk bangunan 2–3 lantai? WF 200×100 dan WF 250×125 paling umum untuk balok bangunan 2–3 lantai. Untuk kolom, H-Beam 150×150 atau 200×200 biasanya dipilih. Konfirmasi selalu dengan konsultan struktur karena setiap proyek berbeda.

Apa itu mill certificate dan kenapa wajib diminta saat beli WF atau H-Beam? Mill certificate adalah dokumen resmi dari pabrik yang memuat hasil uji mekanis dan komposisi kimia material. Ini satu-satunya cara memverifikasi bahwa material yang Anda beli memenuhi grade baja yang tertera — SS400, A36, atau grade lainnya.


Butuh WF atau H-Beam untuk Proyek Anda?

Kami menyediakan berbagai besi profil termasuk WF dan H-Beam berbagai ukuran berstandar SNI dan JIS, dilengkapi mill certificate, siap kirim ke seluruh Indonesia termasuk Kalimantan Selatan.

Untuk pembelian proyek skala menengah ke atas, tersedia skema harga khusus dan pengiriman bertahap sesuai progress konstruksi.

Table of Contents

Artikel Lainya :

Ditulis Oleh :

Picture of admin
admin