Artikel

Tulangan besi beton untuk pondasi rumah 2 lantai — sloof kolom dan footplat berstandar SNI - cara menghitung kebutuhan besi pondasi rumah 2 lantai

Cara Menghitung Kebutuhan Pondasi Rumah 2 Lantai: Panduan Lengkap + Rumus + Tabel

Panduan lengkap cara menghitung kebutuhan besi pondasi rumah 2 lantai : rumus sloof, kolom, footplat, tabel estimasi per ukuran rumah, dan tips khusus tanah Kalimantan.


Salah hitung kebutuhan besi pondasi bisa berarti dua hal: kekurangan material di tengah proyek yang memaksa pekerjaan berhenti, atau kelebihan stok yang membebani anggaran tanpa manfaat. Besi beton bisa menyumbang 20–30% dari total biaya struktur — angka yang terlalu besar untuk dihitung secara kasar.

Panduan ini menjelaskan cara menghitung kebutuhan besi untuk setiap elemen pondasi rumah 2 lantai secara bertahap, dengan contoh angka nyata yang bisa langsung dipakai

Sebelum Mulai: Pahami Dulu Komponen yang Perlu Dihitung

Pondasi rumah 2 lantai terdiri dari beberapa elemen yang masing-masing membutuhkan tulangan besi berbeda:

Elemen Fungsi Diameter Besi yang Umum Dipakai
Footplat Menyebarkan beban kolom ke tanah Tulangan utama: D13–D16 ulir
Sloof Menghubungkan pondasi antar kolom, menahan beban Tulangan utama: D10–D13 ulir
Kolom Menahan beban vertikal dari lantai ke lantai Tulangan utama: D13–D16 ulir
Begel/Sengkang Mengikat tulangan utama, menahan gaya geser D8–D10 polos atau ulir

Penting untuk rumah 2 lantai: Gunakan diameter minimum D13 untuk tulangan utama kolom, bukan D10 yang umum untuk rumah 1 lantai. Beban vertikal dari lantai dua membutuhkan kapasitas tulangan yang lebih besar.

🔗 Referensi: SNI 2847:2019 — Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung, BSN

Tulangan besi beton untuk pondasi rumah 2 lantai — sloof kolom dan footplat berstandar SNI

Silakan eksplorasi lebih lanjut di halaman Produk Kami dan temukan material yang paling tepat

Rumus Dasar yang Digunakan

Semua perhitungan besi menggunakan dua rumus inti:

Rumus 1 — Hitung jumlah batang tulangan utama:

Total panjang tulangan (m) = Panjang elemen × Jumlah batang per penampang
Jumlah batang = Total panjang ÷ 12 m (panjang standar per batang)

Rumus 2 — Hitung jumlah begel/sengkang:

Jumlah begel = Panjang elemen ÷ Jarak antar begel
Panjang per begel = Keliling penampang + lebih panjang tekukan (±6 cm)
Total panjang begel = Jumlah begel × Panjang per begel
Jumlah batang D8 = Total panjang begel ÷ 12 m

Setelah semua dihitung, tambahkan buffer 10% untuk waste pemotongan dan sambungan overlap. Masih bingung dengan rumusnya? Tenang, Konsultasi sekarang dengan tim professional kami!

🔗 Referensi: SNI 2052:2017 — Baja Tulangan Beton, Badan Standardisasi Nasional


Contoh Perhitungan: Rumah 2 Lantai Ukuran 8×12 Meter

Ini adalah contoh kasus dengan asumsi yang jelas — sesuaikan dengan gambar teknis proyek Anda yang sesungguhnya.

Asumsi:

  • Denah: 8 × 12 meter
  • Jumlah kolom: 12 titik
  • Tinggi kolom per lantai: 3,5 meter (total 2 lantai = 7 meter)
  • Jenis pondasi: footplat + sloof
  • Standar: SNI 2052:2017, besi ulir BjTS 420

1. Sloof

Total panjang sloof = keliling luar + partisi dalam
Keliling luar: (8 + 12) × 2 = 40 meter
Partisi dalam (estimasi): 20 meter
Total sloof: 60 meter

Spesifikasi: 4 batang D13 sebagai tulangan utama, begel D8 jarak 15 cm

Tulangan utama D13:

  • Total panjang = 60 m × 4 batang = 240 m
  • Jumlah batang = 240 ÷ 12 = 20 batang D13

Begel D8 (jarak 15 cm):

  • Jumlah begel = 60 m ÷ 0,15 m = 400 buah
  • Panjang per begel (penampang 25×35 cm) = (25+35) × 2 ÷ 100 + 0,06 = 1,26 m
  • Total panjang = 400 × 1,26 = 504 m
  • Jumlah batang = 504 ÷ 12 = 42 batang D8

2. Kolom (Total 12 Titik, Tinggi 7 Meter)

Spesifikasi kolom 30×30 cm: 8 batang D13 sebagai tulangan utama, begel D8 jarak 15 cm (diperketat 10 cm di zona sendi plastis)

Tulangan utama D13:

  • Panjang per kolom = 7 m (plus overlap antar lantai ±0,5 m) = 7,5 m
  • Total = 12 kolom × 8 batang × 7,5 m = 720 m
  • Jumlah batang = 720 ÷ 12 = 60 batang D13

Begel D8:

  • Jumlah begel per kolom = 7 m ÷ 0,15 m = 47 buah
  • Total begel = 12 × 47 = 564 buah
  • Panjang per begel (30×30 cm) = (30+30) × 2 ÷ 100 + 0,06 = 1,26 m
  • Total panjang = 564 × 1,26 = 711 m
  • Jumlah batang = 711 ÷ 12 = 60 batang D8 (dari kolom)

3. Footplat (12 Titik)

Spesifikasi footplat 100×100 cm tebal 30 cm: tulangan D13 jarak 15 cm dua arah

Tulangan D13 per footplat:

  • Jumlah batang per arah = 100 cm ÷ 15 cm = 7 batang
  • Panjang per batang = 100 cm = 1 m
  • Total per footplat = 7 batang × 2 arah × 1 m = 14 m
  • Total 12 footplat = 12 × 14 = 168 m
  • Jumlah batang = 168 ÷ 12 = 14 batang D13 (dari footplat)

Rekapitulasi + Buffer 10%

Elemen Diameter Jumlah Awal +10% Buffer Total Order
Sloof utama D13 20 batang 2 22 batang
Sloof begel D8 42 batang 4 46 batang
Kolom utama D13 60 batang 6 66 batang
Kolom begel D8 60 batang 6 66 batang
Footplat D13 14 batang 1 15 batang
Total D8 112 batang
Total D13 103 batang

Estimasi total berat: D8 (112 × 4,74 kg) + D13 (66 × 12,48 kg) ≈ 531 + 1.285 = ±1.816 kg atau ±1,81 ton

Tabel Estimasi Cepat per Ukuran Rumah 2 Lantai

Untuk estimasi awal sebelum gambar teknis final tersedia, gunakan acuan berikut:

Ukuran Rumah Est. Besi D8 (begel) Est. Besi D13 Est. Total Berat
6 × 9 meter ±75 batang ±60 batang ±1,2 ton
6 × 12 meter ±90 batang ±75 batang ±1,5 ton
8 × 12 meter ±112 batang ±103 batang ±1,75 ton
8 × 15 meter ±135 batang ±125 batang ±2,2 ton
10 × 15 meter ±160 batang ±150 batang ±2,8 ton

Catatan: Angka ini adalah estimasi kasar untuk perencanaan awal. Jumlah aktual bisa berbeda ±20% tergantung desain, jumlah kolom, tinggi lantai, dan kondisi tanah. Selalu gunakan gambar teknis final untuk order sesungguhnya.

Faktor Khusus untuk Proyek di Kalimantan Selatan

Ini informasi yang hampir tidak ada di artikel sejenis — dan sangat relevan jika proyek Anda berada di Banjarmasin, Banjarbaru, atau wilayah Kalsel lainnya.

Tanah gambut dan tanah lunak adalah karakteristik khas banyak wilayah di Kalimantan Selatan. Kondisi ini berdampak langsung pada kebutuhan tulangan pondasi:

  • Footplat harus lebih lebar — tanah lunak membutuhkan distribusi beban yang lebih merata. Footplat 100×100 cm yang cukup untuk tanah keras mungkin perlu diperbesar ke 120×120 cm atau lebih
  • Kebutuhan tiang pancang — banyak proyek di Banjarmasin menggunakan tiang pancang baja atau beton precast sebelum memasang pondasi konvensional. Ini menambah kebutuhan besi yang signifikan
  • Estimasi besi bisa 15–25% lebih banyak dari tabel standar di atas jika tanah di lokasi proyek lunak atau gambut

Selalu lakukan soil test (uji tanah) sebelum finalisasi desain pondasi untuk proyek di wilayah Kalsel.

🔗 Referensi: Panduan Teknis Pondasi pada Tanah Lunak — Kementerian PUPR

4 Kesalahan Paling Umum Saat Menghitung Kebutuhan Besi Pondasi

1. Menggunakan diameter rumah 1 lantai untuk rumah 2 lantai D10 untuk tulangan utama kolom sudah tidak cukup di rumah 2 lantai. Idealnya D13 atau D16 tergantung beban.

2. Tidak memasukkan overlap sambungan dalam perhitungan Setiap sambungan tulangan membutuhkan panjang overlap minimal 40×diameter besi. Untuk D13, itu 40 × 13 mm = 520 mm per sambungan. Jika diabaikan, besi di lapangan bisa kurang.

3. Menghitung tanpa gambar teknis Menghitung dari perkiraan luas tanpa denah struktural hampir selalu menghasilkan selisih yang signifikan. Minta gambar kerja dari arsitek atau konsultan struktur sebelum menghitung.

4. Tidak menambahkan buffer waste Pemotongan di lapangan selalu menghasilkan sisa. Jumlah batang yang tepat di atas kertas biasanya kurang 5–8% saat dieksekusi. Buffer minimum 10% adalah angka yang aman.

Siap Order Besi Beton untuk Pondasi Rumah Anda?

Kami menyediakan besi beton ulir dan polos berstandar SNI 2052:2017 dalam berbagai diameter — D8, D10, D12, D13, D16 — siap kirim ke seluruh Indonesia termasuk Kalimantan Selatan. Setiap produk dilengkapi mill certificate.

Punya gambar teknis atau denah rumah? Kirimkan ke kami dan tim kami siap bantu hitung kebutuhan besi sesuai spesifikasi proyek Anda — gratis.

Table of Contents

Artikel Lainya :

Ditulis Oleh :

Picture of admin
admin